WAKIL KETUA MPR PERJUANGKAN SERTA SEGERA BAHAS STATUS DAN PENGHASILAN MINIMUM GURU HONORER
yakin dan yakinlah, karena keyakinan keutuhan dari segala keutuhan
yakin dan yakinlah, karena keyakinan keutuhan dari segala keutuhan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan usai prosesi upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN), Selasa (25/11) pagi, mengatakan, pemerintah akan segera menetapkan penghasilan minimum untuk guru honorer.
Hal itu dilakukan karena upah yang diterima guru honorer masih sangat kecil, bahkan seringkali lebih rendah dari upah minimum regional (UMR). “Saya sudah bicara dengan Menpan (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi). Kita harus menetapkan batas minimum sehingga guru punya penghasilan cukup. Jangan sampai gaji guru hanya Rp 150.000-Rp 200.000. Kita harus ubah,” kata Anies.
Anies mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya berinisiatif, namun keputusan tetap harus dibahas bersama dengan Menpan dan RB, Yuddy Chrisnandi, dan Presiden Joko Widodo.
Dia mengungkapkan urusan guru bukan kewenangan Kemdikbud. Proses rekrutmen guru saat ini dilakukan bersamaan dengan rekrutmen Pegawai Negeri Sipil oleh Kementerian PAN dan RB, sedangkan pengelolaan guru ditangani pemerintah daerah.
Anies Baswedan mengatakan, penyelesaian permasalahan gaji guru honor tidak bisa diselesaikan secara partial, tetapi harus dituntaskan satu paket dengan status guru tersebut. “Masih banyak PR (pekerjaan rumah) untuk guru yang belum tunai. Kita belum melakukan dengan baik. Misalnya status kepegawaian, sudah statusnya tidak jelas lalu gajinya rendah pula. Tenaga kerja saja punya upah minimum, tapi guru tidak punya,” ujar Anies.
“Kemendikbud telah membicarakan persoalan administrasi dan kepegawaian guru bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri,” tambahnya.
Selain persoalan administrasi dan kepegawaian guru (status guru honorer) dan besaran yang akan ditetapkan sebagai penghasilan minimum guru honorer. pihak mana yang wajib membayar penghasilan minimum untuk guru honorer tersebut, apakah diambil dari anggaran pemerintah daerah atau pusat juga masih dibahas.
Pada bagian lain, seperti dirilis liputan6.com Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang menyatakan dukungannya terhadap perbaikan kesejahteraan dan peningkatan gaji bagi guru swasta maupun honorer. Hak tersebut sekaligus menjawab ‘curhatan’ Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia yang mengatakan jika gaji guru-guru swasta dan honorer ada yang masih Rp 200 ribu perbulan.
“Saya sangat kecewa, guru mendidik manusia menjadi pintar dan bermanfaat tapi perhatian masih kurang. Itu sebabnya harus kita bongkar. Mari kita sama-sama bongkar. Mana ada orang yang bisa hidup dengan Rp 200 ribu 1 bulan. Di mana letak nuraninya, ini sudah pantas kita perjuangkan. Jadi jangan takut-takut,” kata pria yang akrab disapa Oso itu dalam acara Konfrensi Kerja Nasional (Konkernas) II PGRI tahun 2015, di Inna Muara, Kota Padang, Sabtu (24/1/2015).
Oso menegaskan, ia akan membuka lebar-lebar pintu MPR bagi PGRI untuk menyampaikan seluruh aspirasinya. Ia menambahkan aspirasi para guru tersebut akan disampaikan ke Pimpian MPR dan ke Presiden Joko Widodo.
“Saya akan bawa ini ke pimpinan (MPR) lainnya dan akan sampaikan ke Presiden. Saya akan sampaikan bahwa gaji guru honorer tidak cukup sebulan hanya Rp 200 ribu. MPR akan mengimplementasi persoalan guru2 yang lama, kan saya baru di MPR. Sudah selayaknya kita perbaiki. Gaji buruh aja 1,7 juta yang paling rendah, masa gaji guru Rp 200 ribu,” papar Oso.
Selain itu, Oso juga menekankan bahwa tugas dan tanggung jawab guru itu sangat berat dan mulia dimana harus menjadi orang tua setiap anak didiknya ketika berada di sekolah. Oso pun mengingatkan, setiap orang baik itu pejabat maupun lainnya yang sukses tak lepas dari peran guru yang ikut mencerdaskannya.
“Guru saya banyak, bilang Oesman kau harus lebih pintar dari saya, guru itu orang tua murid di luar rumah, itu lah hebatnya guru. ini yang mendoktrin kita sangat kurang. Saya tidak akan berdiri disini kalo tidak ada guru saya,” tandas Oso.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar